28 Juli 2012
“Baju hitam indah yang diriku pakai hari itu, tak lebih untuk melepas kepergiaan dirimu yang telah lama berdiri di garda depan hatiku”.
Sebenarnya diriku sudah lelah karena diriku beropini bahwa semua ini berdalang dan berskenario. Sehingga diriku jengah untuk mengikuti skenario ini. Mungkin, orang-orang memberikan kehidupan layak. Tapi rupanya diriku lelah memerankan peran orang lain.
Aku lelah untuk mengikuti mimpi-mimpi yang terangkai indah oleh dalangnya. Aku jengah untuk dengan watak ini yang menjadikan peranku sebagai orang lain. Tapi, mungkin, semua ini akan terasa tulus bila cerita ini tak berdalang.
Dirimu tahu kelemahanku. Namun, dirimu seakan-akan mempermainkan diriku dengan biasnya air mata yang memelas. Namun, apa yang berada dibalik air matamu itu hanyalah ketidak-serasiaan antara perkataan dan perbuatanmu.
Terkadang diriku berpikir. Apa guna diriku yang memasuki indahnya duniamu bila dirimu tak seperti dahulu. Bahkan, merangkak untuk menjauhi dirimu dengan segala kebungkaman diriku akan semua yang diriku rasa.
Aku hanya bisa membenci dan bungkam. Ketika dirimu selalu mengaitkan alasan-alasan yang aku kira manufaktur dengan sesuatu yang harusnya tidaklah dirimu sangkut-pautkan. Terkadang diriku berpikir apakah dirimu begitu tak berdayanya menanggung semua sirkulasi waktu itu. Entahlah.
Aku hanya bisa membenci dan bungkam. Ketika dirimu selalu mengaitkan alasan-alasan yang aku kira manufaktur dengan sesuatu yang harusnya tidaklah dirimu sangkut-pautkan. Terkadang diriku berpikir apakah dirimu begitu tak berdayanya menanggung semua sirkulasi waktu itu. Entahlah.
Scene 17 November itu diriku tutup dengan drama di bias airmata. Hingga pada akhirnya takan ada lagi skenario,dalang dan watak yang menyebalkan.
Bait yang tak mungkin selesai dan terlalu panjang bila ku tuliskan. Mungkin, seseorang yang akan membaca tulisan ini akan mengangap bahwa tulisan ini tulisan hiperbolis yang melibatkan kekecewaan yang mendalam. Namun, apapun spekulasi yang muncul keatas permukaan. Saya sebagai penulis tidak menambah ataupun mengurangi apa yang saya alami. Tulisan inipun, bukan caraku untuk menyakiti siapapun namun hanya inggin menjelaskan bahwa “ menjadi diri sendiri dan menjadi manusia yang bebas adalah kebahagiaan bilamana dilingkup oleh tanggung jawab”.
Di dedikasikan untuk :
Kamu yang terlihat sempurna di mataku.
Catatan : 26 Nov 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar