11 Juli 2012

Sudah "Tampankah" Anda?

Banyak yang beranggapan, apakah saya sinting atau over confident dengan kosakata tampan dan ganteng. Oh, tidak bung. Jelasnya itu bukanlah silat lidah ataupun omong kosong. Semuanya terangkai secara sistematis antara kegantengan dan ketampanan ini, bagaikan kerbau dan burung jalak dengan simbiosa mutualismenya. Dan jelasnya ini adalah fakta, bukan fuck you. So, bagi elu elu yang merasa keberatan dengan ketampanan atau kegantengan saya? Datang ke sini dan adu tampan dengan saya yg mempunyai kadar ketampanan 24 karat... Hahaa....


Alah, persetan dengan tampan. Saya mengkaji makna dari tampan dan membuat definisi tersendiri tentang itu. Tampan, bukanlah sosok atau wujud dari wajah seorang pria. Tampan lebih tepatnya sebuah sifat –atau mungkin esensi dari seorang pria. Ya, maka dari itu saya selalu melabeli diri saya dengan ketampanan dalam taraf yang akut. Semisal saat menulis tulisan yang tidak puguh arah tujuannya ini, saya sedang tampan sekali. Jadi, selain asumsi “Tuhan itu esensi, bukan eksistensi” berlaku juga untuk “Tampan itu esensi, bukan eksistensi”.

Tak perlu panjang lebar jika bicara tentang kegantengan, saya menggunakan predikat ganteng hanya untuk menutupi kekurang-kekurangan yang saya miliki sehingga saya mendekati “kesempurnaan” (ciyeh). Yah, nobody’s perfect but hell yeah! I am nobody, asshole!.. Salam kenal dari saya. Mungkin, kita berdua bisa menjadi generasi bintang holiwut selanjutnya menggantikan Tom Cruise dan Brad Pitt.

Jakarta, (H-5 menjelang PILKADA)
-Ditulis disaat taraf kegantengan dan ketampanan sedang membara

By : AR 2012

0 komentar:

Posting Komentar