18 September 2012
Question : Kapan negara sadar akan rakyatnya?
Answer : Saat rakyat sadar bahwa mereka tidak butuh negara..
Menjelang pemilihan Gubernur DKI Jakarta Putaran Ke-2, silahkan gunakan hak pilih kalian. Tentu saja, bagi saya yang tidak pernah percaya terhadap sosok kepemimpinan dalam strata hirarkis akan berada di garda depan predikat Golput. Maka dari itu, gunakan hak pilih kalian dengan memilih untuk tidak memilih. Karena niscaya wahai kamera dari Menteng ampe Kalideres kalo nyang aye ucapin entuh bukan doktrinisashit atau apapun dah, aye cuman mau ngekonter kultur laknat tentang ‘Golput adalah golongan tidak berpendirian’.
Tidak berpendirian dari mana wahai keparat? Sudah jelas, kami memilih untuk tidak memilih. Karena bagi kami, dengan memilih sesosok pemimpin yang belum jelas korup atau tidaknya tapi yang terjelas bagi kami adalah : yang lebih hina dari diperintah adalah memilih siapa yang akan memerintah.
Persetan dengan demokrasi. Demokrasi hanya berlaku di depan kotak suara saat ente-ente pade lagi nyontreng atau nyoblos calon-calon yang disediakan melalui kampanye yang tentu, absolute corrupt.
Jika jargon ‘golput adalah orang yang tidak berpendirian’ bolehlah kami anggap sebagai opini spontan saja, namun jika ditelaah dan mengacu kembali pada asas demokrasi tersebut, kalian memang keparat. Memilih untuk tidak memilih adalah yang kami pilih, sedangkan kalian menghujat hak kami yang memilih untuk tidak memilih. Mirror, hey.
Bicara tentang kenapa kami menjadi golput. Disamping menjadi keren dan fangki, kami pun sadar betul bahwa Indonesia sudah berada di ambang keterpurukan dengan berbagai sumber daya nya yang semakin hari semakin dikuras hingga tuntas. Sedangkan, sudah menjadi rahasia umum apabila para elit politik kenegaraan, pemilik saham, dan aparat sering beritual ‘jabat tangan’ tentang tatanan – tatanan kota yang mereka ambil kemudi seenak udel mereka.
Maka, jalan terbaik bagi saya adalah membiarkan Indonesia hancur lebur hingga berserak (termasuk saya di dalamnya). Karena, jika mencoba terus mengulur dengan pemilihan si 1 dan si 3 yang KONON KATANYA dapat memajukan dan bullshit lainnya akan merubah wajah DKI atau bahkan Endonesiah. Biarkanlah Indonesia hancur dan membusuk di liang lahat. Regenerasilah salah satu cara agar Negara yang tidak pernah saya cintai ini kembali makmur, setidaknya bebas dari jeratan korporasi dan arogansi aparat.
Mungkin setelah anda-anda membaca paragraf yang maha tak penting ini ada yang kecewa bahkan marah setelah membacanya, tapi sebelum marah coba anda berkaca diri terlebih dahulu mana yang lebih hina, saya atau anda.... Think !
Disini saya tidak menyarankan ente-ente sekalian buat golput, milih nomor satu atau nomor tiga. Semoga dengan membaca ini ente-ente semue bisa lebih terbuka lagi pemikiran-pemikiran ente bakalan milih siapa nantinye. Oh iya saran ane sih mending coblos logo KPU nya aja.
Jadi jangan lupe ncang ncing nyak babeh sekalian,, nyok tgl 20 rame-rame kite dateng ke TPS setempat buat "nyoblos" Logo KPU. Sekian
Jakarta, H-2 Pilkada DKI Putaran Ke-2
By : AR
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar