7 Juli 2014

Kemana Engkau Indonesiaku??

TELAH lebih dari 60 tahun usia proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, dari waktu ke waktu, bangsa ini sepertinya selalu mencoba memungkiri dirinya sendiri. Tragedi demi tragedi telah dilalui. Namun berkali pula kita mencoba mengingkari apa yang telah dilakukan sebelumnya. Kita mulai dari nol dan nol lagi. Tujuan kita berbangsa pun semakin kabur. Setelah 1965, kita mengubur segala yang dicapai masa sebelumnya. Demikian pula setelah 1998.

Bukan hanya itu. Pasca 1998, kita bahkan kembali jauh ke masa-masa sebelum 1928. Ke masa-masa ketika spirit kesukuan dan kedaerahan masih menjadi selimut relasi antar anak-anak bangsa. Sehingga yang dirasakan masyarakat kebanyakan, reformasi, demokrasi, dan otonomi bukanlah sebuah fajar harapan baru, tetapi justru musibah dan keterancaman. Apalagi, deretan musibah memang secara menerus dipertontonkan. Luka, duka dan kematian juga keputusasaan sepertinya tak juga hendak menepi dari kehidupan.