12 Agustus 2013

Jika benar nanti kita bertemu lagi












Detik masih menyusuri hari dan dirimupun belum berlalu
Tapi kali ini aku mulai tenang mendengarkan dirimu jauh dilubuk hati
Tetap berdoa untuk dirimu diantara dua sujud
Selalu menginginkan yang terbaik untuk dirimu 

Memang masih sekilas bayangan kita berkelebat
Tapi sudah tidak terlalu menyakitkan seperti awal
Mungkin pedihnya sudah terlena oleh angin dan waktu
Mungkin juga sudah mulai tenang dan tidak beriak seperti ombak

Sebaiknya diriku tenang-tenang saja
Menjalani jalinan hari yang terhampar didepan mata
Tetap dengan harapan yang sama
Jika benar nanti kita bertemu lagi

Jika benar nanti kita bertemu lagi !


Amsardam, 10 Agustus 2013
sepertiga malam terakhir

21 Juli 2013

Nyamuk




> Aku ingin terus mencintaimu seperti nyamuk yang mencari mangsa <

> Di mana setiap gerakan menjadi penentu hidup dan mati oleh tepukan tangan manusia <
 
> Di mana setiap manuver menjadi begitu berbahaya untuk menghindari semprotan racun serangga <

> Di mana setiap kepakan sayap dapat menjadi sebuah gerak terakhir <

> Dan setiap tegukan darah menjadi manis yang getir <
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Karena mencintaimu, sama berbahayanya seperti mengudara kembali…
Tanpa si manusia menyadari…


5 Juni 2013

Ingin Sekali


 










Ingin sekali menerima kamu pecah di dadaku
Tanpa perhitungan sama sekali
Ingin sekali menikmati kamu mengecap aku dalam mulutmu
Tanpa simbah peluh sama sekali

Ingin sekali mengangkat tubuhmu penuh dalam alunan lenguhan
Tanpa iba sama sekali
Ingin sekali menari diantara kedua matamu
Tanpa jeda sama sekali

3 April 2013

Bertahan



Senyummu begitu getir
Ujung mataku menangkap itu

Mata kita begitu galau
Hatiku merasa kita berdua seolah retak

Tapi aku tidak percaya pada pecahan kaca
Aku menyandarkan keyakinanku pada hatimu

Mulutku bergumam tidak menentu
Lidahmu telah menyusun banyak kata namun tak terucapkan
Hanya untaian air mata yang bicara

Kita seperti si tuli dan si bisu
Tapi sayangnya hati kita telah bertaut

16 Februari 2013

Biar Hujan Menciummu

Hey, gadis berhati senja. 
Adakah sedikit waktu untuk duduk bersama?  Diriku akan menunjukan apa yang telah ku perbuat untukmu. Ini bukan sebuah pembuktian bukan pula sebuah asa untuk meruntuhkan hatiku dalam hangatnya sapaanmu.

Hey, gadis berhati senja.
Diriku bisa saja membasuh perihmu, dengan apa yang ku bisa agar dirimu tak melupakan bagaimana cara tersenyum. Namun, itu akan menjadi hal yang begitu bodoh dimana dirimu akan tersenyum sesaat sebelum terjatuh kembali.