7 Juli 2014
![]() |
Bukan hanya itu. Pasca 1998, kita bahkan kembali jauh ke masa-masa sebelum 1928. Ke masa-masa ketika spirit kesukuan dan kedaerahan masih menjadi selimut relasi antar anak-anak bangsa. Sehingga yang dirasakan masyarakat kebanyakan, reformasi, demokrasi, dan otonomi bukanlah sebuah fajar harapan baru, tetapi justru musibah dan keterancaman. Apalagi, deretan musibah memang secara menerus dipertontonkan. Luka, duka dan kematian juga keputusasaan sepertinya tak juga hendak menepi dari kehidupan.
Langganan:
Komentar (Atom)

