19 November 2012
Iya, kamu
abstrak, kamu itu mentah, kamu itu seperti suling yang berbunyi nyaring ketika
sore mulai menjelang, ketika angin mulai berhembus pelan di pelataran hidupku.
Iya, kamu manis, kamu itu buah kelapa, yang air dan dagingnya bisa ku tenggak dan kukunyah sesukaku, kamu kelapa muda, gurih, lezat dan sekaligus nikmat.
Iya, kamu indah, kamu itu lukisan pagi dengan mentari yang malu-malu muncul ketika subuh menjelang dan ayam jantan mulai berteriak dengan lagaknya yang sempoyongan karena habis bercinta dengan betinanya dinihari tadi.
Iya, kamu manis, kamu itu buah kelapa, yang air dan dagingnya bisa ku tenggak dan kukunyah sesukaku, kamu kelapa muda, gurih, lezat dan sekaligus nikmat.
Iya, kamu indah, kamu itu lukisan pagi dengan mentari yang malu-malu muncul ketika subuh menjelang dan ayam jantan mulai berteriak dengan lagaknya yang sempoyongan karena habis bercinta dengan betinanya dinihari tadi.
18 November 2012
Dan aku sedang menikmati penggalan
kata-katamu diperbincangan kita dikala sore saat hujan turun
Aku masih mengutip sebagian katamu di benakku
Tidak akan aku hapus
Menakjubkan (aku masih berdecak)
Aku terkagum-kagum dalam sekejap (terkejut tentu saja)
Dalam sebuah keaslian kita berbahasa, ketika dirimu selesai meminum 4 jenis obat yang aku berikan.
Aku masih mengutip sebagian katamu di benakku
Tidak akan aku hapus
Menakjubkan (aku masih berdecak)
Aku terkagum-kagum dalam sekejap (terkejut tentu saja)
Dalam sebuah keaslian kita berbahasa, ketika dirimu selesai meminum 4 jenis obat yang aku berikan.
Langganan:
Komentar (Atom)
