5 Desember 2012
Entah harus ku mulai dari mana perbincangan ini,
Aku mengikuti
gerakan pena yang tergerak oleh alunan isi hati yang kian tersipu malu
nan bahagia, akan suatu pikiran baru karena hadirnya malaikat Tuhan yang
satu ini.
Entah yang keberapa dan entah datang dari mana, makhluk
itu hadir, menjagaku, pelengkap kesempurnaan, menciptakan kenyamanan
yang damai saat didekatnya.
Aah, aku diam, mataku tercengang,
jantungku berdetak cepat, bukan karena aku takut ! tapi terkagum,
terkagum akan indahnya makhluk itu.
Ku lihat di matanya keteduhan hatinya,
Ku lihat di langkahnya ibadah hambanya,
Ku lihat di tubuhnya kesempurnaannya,
Ku lihat di lisannya kesejukan hatinya,
Ku lihat di kehidupannya keindahan akhlaqnya, dan bersamanya kenyamanan terjaga.
Dia mewarisi sifat-sifat sang penciptaku, dalam hidupnya ku lihat kedamaian.
Malaikat
tak bersayap, memancarkan sinar cinta dan kebahagiaan.
Aku merasa lebih dari sehat yang diutarakan pada percakapan kita, kata-kata yang tersusun menjadi kalimat yang jarang ku dengar dari insan lain. Semua bermakna dan membangunkanku lebih hidup, menyadarkanku dengan bisikan ajakan, "ayoo,,, itu kebahagiaan didepan sana belum kamu nikmati, nikmati bersamaku... ayoo, kita coba lewati sedikit kesedihan yang nantinya berujung kebahagiaan penuh tawa dengan mengisi kekurangan kita, lewat kelebihan yang kita miliki, karena Aku pelengkapmu !"
Aku merasa lebih dari sehat yang diutarakan pada percakapan kita, kata-kata yang tersusun menjadi kalimat yang jarang ku dengar dari insan lain. Semua bermakna dan membangunkanku lebih hidup, menyadarkanku dengan bisikan ajakan, "ayoo,,, itu kebahagiaan didepan sana belum kamu nikmati, nikmati bersamaku... ayoo, kita coba lewati sedikit kesedihan yang nantinya berujung kebahagiaan penuh tawa dengan mengisi kekurangan kita, lewat kelebihan yang kita miliki, karena Aku pelengkapmu !"
Bisikan yang samar-samar itu menjadi semakin jelas saat Aku memahami dia.
Kamu tau,
Saat Aku ditimpa karang dan ternyata kaulah yang menyelamatkanku,
Aku pulang dengan luka dan ternyata kaulah yang menyelamatkanku,
Aku pucat dengan hampa dan ternyata kaulah yang menyelamatkanku,
Saat aku takut dalam pikiran yang kalap dan ternyata kaulah yang menyelamatkanku,
Dan Aku merasa bahagia dengan cinta karna aku diselamatkanmu...
Ketika kurasakan kelembutan sikapmu. ku tahu, ku mengerti,
Tapi mengapa Tuhan tak menyimpan malaikat sepertimu disurga ?
Aku tahu, karna Tuhan mengirimkannya untukku, malaikat yang menahan kesedihan menjadi kebahagiaan.
Aku tidak ingin puitis-puitis ini jadi asa belaka yang indah di awal seperti kisah pesona sang cleopatra.
Jika Tuhan memperuntukan dia padaku,
Aku ingin meminta waktu lebih lama,
Lebih lama untuk menghirup udara pagi yang segar bersamanya.
Lebih
lama merasakan hal baru, melewati bahagia, kesedihan, cerita lucu,
kedamaian, menyicipi semua ciptaanMU,
Dan mungkin akan berakhir duka saat waktunya tiba Tuhan ingin bersamaku..... nanti !!!
"Goresan ini ditulis oleh seseorang untuk saya, dan saya terbitkan dalam blog pribadi saya sebagai suatu kebanggaan tersendiri. Terima kasih atas lantunan penanya (MD)"
Dan mungkin akan berakhir duka saat waktunya tiba Tuhan ingin bersamaku..... nanti !!!
"Goresan ini ditulis oleh seseorang untuk saya, dan saya terbitkan dalam blog pribadi saya sebagai suatu kebanggaan tersendiri. Terima kasih atas lantunan penanya (MD)"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar